LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengantarkan produk perikanan asal Maluku menembus pasar Thailand.
Sebanyak 11 ton ikan tuna loin beku dengan nilai lebih dari Rp 1 miliar diekspor untuk pertama kalinya melalui Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Kamis (2/7/2026).
Ekspor perdana ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas pasar ekspor produk perikanan Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam siaran pers KKP, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan keberhasilan ekspor ke Thailand merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membuka akses pasar internasional bagi produk perikanan nasional.
“Ini merupakan langkah konkret kami bersama pemda mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor,” kata Ishartini dalam keterangan resmi, Rabu (2/7/2026).
Menurut Ishartini, produk perikanan asal Maluku yang dikirim ke Thailand telah memenuhi standar mutu internasional. Produk tersebut telah dilengkapi sertifikasi mutu yang diakui oleh Codex Alimentarius, lembaga internasional yang menetapkan standar keamanan dan mutu pangan dunia.
Ia menegaskan, sertifikasi mutu yang diterbitkan KKP menjadi jaminan bahwa produk perikanan Indonesia memiliki kualitas yang baik dan aman dikonsumsi sehingga dapat diterima di pasar ekspor.
“Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah salah satu kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Ahmad Jais Ely, berharap ekspor perdana ini menjadi momentum bagi peningkatan ekspor hasil perikanan Maluku ke berbagai negara.
Menurutnya, semakin luas pasar ekspor yang terbuka akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha perikanan di Maluku.
Ahmad Jais juga mengapresiasi dukungan KKP dalam penerbitan sertifikasi mutu terhadap produk perikanan PT Jayawi Ambon Internasional sehingga produk ikan asal Maluku berhasil menembus pasar Thailand.
“Saat keberangkatan tadi telah diserahkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) sebagai dokumen wajib untuk bisa masuk pasar Thailand,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa quality assurance (QA) menjadi salah satu kunci utama agar produk perikanan Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Menurutnya, penerapan jaminan mutu dari hulu hingga hilir akan memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang diversifikasi produk dan tujuan ekspor.
“Melalui QA hulu-hilir oleh KKP, maka produk perikanan Indonesia akan menjadi champion di pasar global,” tegas Trenggono.
Jika diperlukan, saya juga bisa membuat versi yang lebih agresif ala detikFinance dengan angle “ekspor tembus Rp 1 miliar” atau “tuna Maluku menembus pasar internasional”.






































































































