Tual, LanggurNews.com – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tual, Sani Salasa Rumra, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK hingga ke tingkat kecamatan dan desa sepanjang tahun 2025.
Menurutnya, seluruh program tidak boleh dijalankan secara parsial, melainkan harus terintegrasi demi menjawab kebutuhan nyata masyarakat Kota Tual.
“Prioritas kami bukan hanya satu program, tetapi menjalankan kesepuluh program secara bersama-sama. Karena semuanya berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sani Rumra kepada wartawan di Tual, Rabu (11/6/2025).
Salah satu fokus utama TP PKK tahun ini adalah penanganan stunting, yang dinilai masih menjadi masalah serius di beberapa wilayah.
Dalam hal ini, TP PKK Kota Tual akan bekerja sama erat dengan Dinas Kesehatan, BKKBN, serta pemerintah desa dan kecamatan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak,” tegasnya.
Berdasarkan data yang diterima, Desa Tamedan di Kecamatan Dullah Selatan mencatat jumlah stunting tertinggi, yakni 41 kasus, disusul Desa Ohoitel dengan 26 kasus.
Kondisi ini menempatkan Kecamatan Dullah Selatan sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi dibanding Dullah Utara dan kecamatan lainnya di Kota Tual.
TP PKK Kota Tual juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program-program yang menyentuh langsung kehidupan warga, terutama di bidang kesehatan keluarga, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup.
“Kami butuh dukungan semua pihak agar program ini berjalan berkelanjutan, demi masa depan masyarakat Kota Tual yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri,” pungkasnya.
Diketahui, Sani Salasa Rumra resmi dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK serta Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tual untuk masa bhakti 2025–2030 oleh Wali Kota Akhmad Yani Renuat, Senin (2/6/2025) lalu.
Editor : Geraldo Leisubun






































































































