LanggurNews.com | Tual – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melakukan penelitian mendalam terkait peran kepolisian dalam penanganan aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Tual. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Jananuraga Polres Tual, Senin (8/6/2026).
Penelitian dipimpin langsung Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Saefudin Mohammad, didampingi Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdinan Manwan.
Turut hadir Kompol Asep Budi Rajat sebagai peneliti Puslitbang Polri, Triyono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta anggota tim peneliti lainnya.
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas peran Polri dalam menangani penyampaian pendapat di muka umum sekaligus menyusun rekomendasi guna memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam sambutannya, Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdinan Manwan menyampaikan bahwa Kota Tual merupakan salah satu daerah yang cukup sering menghadapi aksi demonstrasi dari berbagai kelompok masyarakat.
Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut umumnya dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun penanganan perkara hukum yang sedang berjalan.
“Kondisi ini menuntut kami untuk selalu siap dan bertindak secara profesional agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” ujar Wakapolres.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Puslitbang Polri yang dinilai penting dalam memberikan arahan dan masukan terkait tata cara penanganan demonstrasi secara humanis dan sesuai prosedur.
Sementara itu, Ketua Tim Puslitbang Polri Kombes Pol Saefudin Mohammad menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan bagian dari program prioritas Polri dalam mendukung terwujudnya Polri Presisi.
Menurut Saefudin, penelitian dilakukan untuk mengukur sejauh mana pelayanan dan pengamanan yang dilakukan kepolisian mampu menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga stabilitas daerah.
“Penelitian ini menjadi bahan evaluasi agar Polri dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan dalam setiap aksi penyampaian pendapat di muka umum,” katanya.
Penelitian menggunakan metode campuran atau mix method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sebelumnya, tim telah melakukan survei terhadap 251 responden yang terdiri dari 199 personel Polri dan 52 warga masyarakat Kota Tual.
Selain survei, tim juga melakukan wawancara mendalam dengan unsur kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan untuk memperoleh data yang komprehensif.
Hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pimpinan Polri dalam merumuskan pola penanganan unjuk rasa yang lebih efektif, humanis, dan sesuai dengan karakteristik wilayah.
Kegiatan penelitian dihadiri Pejabat Utama Polres Tual, Danyon Brimob, para perwira Polres Tual, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tual, Kepala Kesbangpol Kota Tual, Kasat Pol PP, Rektor Universitas Nggusuwaru Tual, para raja, tokoh pemuda, perwakilan buruh, ojek online, kepala desa, kepala sekolah, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok dan wawancara mendalam guna menggali berbagai masukan terkait penanganan aksi unjuk rasa di Kota Tual.






































































































