LanggurNews.com | Yogyakarta – Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan, Yogyakarta, dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan asal India.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kunjungan kenegaraan PM Modi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan Indonesia dan India melalui jalur budaya, spiritualitas, dan pariwisata.
“Kami melihat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Prambanan sebagai momentum yang sangat penting untuk memperkuat hubungan antar masyarakat atau people-to-people contact antara Indonesia dan India. Hubungan kedua negara bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan peradaban yang telah terbangun sejak lama,” ujar Widiyanti saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut Widiyanti, Prambanan menjadi simbol kuat kedekatan sejarah dan peradaban Indonesia dengan India. Selain sebagai warisan budaya dunia, kompleks candi Hindu tersebut dinilai memiliki kedekatan emosional dan spiritual bagi wisatawan asal India.
Karena itu, Kementerian Pariwisata akan terus mendorong pengembangan wisata budaya dan spiritual dengan menjadikan Prambanan sebagai salah satu destinasi utama bagi pasar India.
Selain promosi destinasi, pemerintah juga berupaya memperkuat konektivitas penerbangan. Kemenpar mendorong pembukaan rute langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA), termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah India dan pemberian insentif bagi maskapai berupa pembebasan biaya pendaratan serta parkir pesawat dalam periode tertentu.
“Kami berharap semakin banyak wisatawan India mengunjungi destinasi pariwisata prioritas seperti Candi Prambanan, Borobudur, dan desa-desa wisata,” katanya.
Tak hanya itu, pemerintah juga masih mengupayakan agar India masuk dalam skema Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi wisatawan ke Indonesia. Usulan tersebut saat ini masih dibahas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Kemenpar mencatat tren kunjungan wisatawan India ke Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah wisatawan asal India mencapai 298.450 kunjungan atau naik 0,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara secara tahunan, kunjungan wisatawan India meningkat dari 606.439 orang pada 2023 menjadi 734.490 orang pada 2025.
Selain memperkuat promosi, Indonesia dan India juga telah lama menjalin kerja sama di sektor pariwisata melalui Nota Kesepahaman (MoU) sejak tahun 2000.
Kerja sama tersebut mencakup promosi pariwisata, pengembangan investasi, pendidikan dan pelatihan, MICE, hingga pengembangan paket wisata bersama.
Ke depan, pemerintah juga akan terus mengembangkan berbagai agenda budaya di kawasan Prambanan, seperti Prambanan Shiwa Festival dan Prambanan Jazz Festival, guna memperkuat daya tarik wisata budaya Indonesia di pasar internasional.
Widiyanti berharap kunjungan PM Modi dapat semakin meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia sekaligus mempererat hubungan kedua negara melalui sektor pariwisata.
“Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Modi, kami berharap dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia di mata wisatawan India dan komunitas internasional,” tutupnya.






































































































