LanggurNews.com | Ambon – Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos menegaskan bahwa demokrasi yang substantif dapat diwujudkan salah satunya melalui politik emansipatoris.
Perspektif kepemimpinan perempuan, menurutnya, tidak hanya memberikan ruang pada keterwakilan, namun juga harus teraktualisasi dalam aksi dan kebijakan yang inklusif.
Hal tersebut disampaikan Betty saat menjadi narasumber pada Advance Training yang diselenggarakan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku di Aula BPSDM Provinsi Maluku, Kamis (30/7/2026).
Dalam pemaparannya, Betty menekankan bahwa keterwakilan perempuan yang selama ini dikenal masih bersifat prosedural.
Menurutnya, pemenuhan kuota 30 persen semata belum berbanding lurus dengan keterwakilan substantif, yakni perempuan yang benar-benar memengaruhi agenda dan substansi kebijakan.
Ia menjelaskan, demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan perempuan yang tidak hanya hadir sebagai pemenuhan kuota, tetapi juga memiliki peran nyata dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan yang inklusif.
Dalam forum tersebut, Betty juga mendorong para peserta agar tidak berhenti pada memformulasikan gagasan di lingkup organisasi.
Ia mengajak kader HMI untuk melangkah lebih jauh menuju transformasi pemikiran yang diwujudkan dalam gerakan perubahan sosial yang lebih luas.
Menurut Betty, gagasan yang lahir di lingkungan organisasi akan memiliki dampak yang lebih besar apabila diimplementasikan dalam aksi nyata yang mampu mendorong terwujudnya demokrasi yang lebih substantif dan inklusif.






































































































