LanggurNews.com | Langgur – Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Charlos Viali Rahantoknam meminta para ayah mengambil peran lebih besar dalam pengasuhan anak sebagai salah satu upaya mencegah stunting.
Menurutnya, mengasuh anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah.
Hal itu disampaikan Charlos saat membuka Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Langgur, Selasa (28/7/2026), yang dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan.
“Kita ingin mendobrak stigma lama bahwa mengasuh anak hanya tugas seorang ibu. Melalui program ini, kami mengajak para ayah hadir secara utuh dalam tumbuh kembang anak. Bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pelindung, pendidik, dan teladan utama di dalam rumah,” kata Charlos.
Ia mengatakan, upaya menurunkan angka stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, ASN, dunia usaha, hingga masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Gizi Terpadu dan Kesehatan Keluarga (Sigizi-Kesga), prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara kini mencapai 10,25 persen. Angka tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yang masih berada di kisaran 14 persen.
Meski mengalami penurunan, Charlos mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mencegah lahirnya kasus-kasus stunting baru.
“Betul angka stunting kita menurun. Tapi jangan lagi ada stunting-stunting baru. Kalau setiap tahun masih lahir anak stunting, maka angka itu akan tetap stagnan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak ASN, BUMN, BUMD, sektor swasta, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk bergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Menurut Charlos, program tersebut merupakan gerakan gotong royong untuk memastikan anak-anak yang berisiko stunting memperoleh pemenuhan gizi yang memadai.
“Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting adalah gerakan mencegah, bukan mengobati. Masalah stunting bukan hanya tugas OPD tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Selain pemenuhan gizi, Charlos menilai pembangunan karakter anak juga harus menjadi perhatian. Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), para ayah didorong lebih aktif mendampingi anak sejak dini.
Ia mencontohkan keterlibatan ayah bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengantar anak ke sekolah, bermain bersama anak, hingga ikut memberi makan anak di rumah.
“Ada istilah butterfly effect. Perubahan kecil yang kita lakukan hari ini akan menghasilkan dampak besar di masa depan. Mulailah menjadi bapak yang hadir di dalam rumah, bukan hanya bapak di luar rumah,” katanya.
Charlos menegaskan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku untuk mempercepat penurunan stunting dan mewujudkan keluarga yang berkualitas di daerah tersebut.






































































































