Namlea, LanggurNews.com – Hasil pertanian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menarik minat pasar lokal.
Pada Selasa (2/12/2025), salah satu lapak sayuran di Namlea memesan 3 kilogram cabai rawit dan 3 kilogram cabai keriting yang dibudidayakan melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Namlea.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, mengatakan pesanan tersebut diterima melalui pesan WhatsApp sehari sebelumnya. Pemilik lapak sayuran tersebut juga diketahui sebagai pelanggan tetap hasil panen Lapas.
“Kami menerima orderan sehingga langsung melakukan panen. Pemilik lapak ini memang sering memesan cabai dan ketimun dari sini,” jelas Mustafa.
Setelah panen, cabai langsung ditimbang dan dikemas oleh kelompok tani warga binaan dengan pengawasan petugas. “Penimbangan dilakukan untuk memastikan takaran sesuai sebelum dijual,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Lapas Namlea, TW, mengungkapkan bahwa panen ini merupakan panen perdana cabai rawit hibrida setelah masa tanam beberapa bulan. Menurutnya, cabai jenis tersebut memiliki nilai jual tinggi.
“Cabai rawit hibrida ini termasuk tanaman premium sehingga potensi keuntungannya besar. Kami bersyukur hari ini ada pesanan sebanyak 3 kilogram,” ujar TW.
Proses panen dilakukan oleh delapan warga binaan kelompok tani, staf pembinaan, serta pegawai magang pengelola kemandirian.






































































































