Tual, LanggurNews,com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah dan masyarakat Kota Tual atas semangat kebersamaan dalam membangun kota ke arah yang lebih baik.
Hal itu ia sampaikan dalam kunjungannya ke Kota Tual untuk meluncurkan (melaunching) 100 Hari Kerja Wali Kota & Wakil Wali Kota Tual berupa Sinkronisasi Program Panca Cita Maryadat Dan Sapta Cita Lawamena dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, serta sejumlah program strategis lainnya, Senin (13/5/2025).
“Sebagai orang Maluku, beta (saya) bangga. Hampir tiga bulan beta menjabat sebagai Gubernur Maluku, dan setiap kali berkomunikasi dengan pemerintah pusat, baik dalam rapat fisik maupun secara daring, Kota Tual selalu tampil dengan indikator terbaik di berbagai bidang,” ungkap Lewerissa.
Ia menekankan bahwa masyarakat Tual patut berbangga karena kota ini berada di tangan kepemimpinan yang benar dan didukung oleh DPRD, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.
“Kota Tual saat ini berada di tangan yang benar yakni Wali Kota Akhmad Yani Renuat dan Wakil Wali Kota Amir Rumra. Meski kecil, Tual adalah kota yang eksotis dan bersih. Beta pribadi paling suka Tual. Ini beta bicara jujur sebagai Gubernur. Kota ini sangat berkesan,” kata Gubernur Maluku.
Gubernur Lewerissa menegaskan, kegiatannya di Kota Tual bukanlah sisipan melainkan dirancang khusus.
“Beta mau bilang untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta warga Kota Tual bahwa acara ini dirancang secara spesial. Acara ini bukan sisipan. Ini di-setup khusus. Memang ini gawe-nya Kota Tual,” tandas Lewerissa.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti penerapan berbagai program unggulan nasional yang dijalankan Pemerintah Kota Tual.
Yang pertama, Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur Maluku optimis bahwa dalam waktu dekat, lewat Wali Kota Akhmad Yani Renuat dan Wakil Wali Kota Amir Rumra, seluruh anak sekolah di Kota Tual akan segera menerima manfaat dari program ini, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto.
Kedua, tentang Koperasi Merah Putih (KMP).
Pemerintah pusat, lanjut Gubernur Maluku, telah mendorong pembentukan KMP sebagai penggerak ekonomi lokal, dimana setiap koperasi dapat menerima bantuan hingga Rp5 miliar.
“Coba bayangkan Jika terbentuk puluhan atau bahkan ratusan koperasi di Tual, akan terjadi peningkatan signifikan dalam perputaran ekonomi,” ujar Gubernur.
Yang ketiga adalah Sekolah Rakyat (SR).
Program ini ditujukan untuk anak-anak yang tidak memiliki akses ke sekolah-sekolah unggulan.
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku itu mengungapkan, SR akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti asrama, makan gratis tiga kali sehari, dan kurikulum yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan.
Anggaran pembangunannya diperkirakan mencapai Rp150–200 miliar per sekolah.
“Saya minta agar rekrutmen siswa SR dilakukan dengan benar. Jangan sampai anak pejabat masuk, padahal ini untuk masyarakat kurang mampu,” tegas Gubernur.
Keempat, tentang Penataan Kawasan dan Optimisme Masa Depan.
Gubernur juga memuji kemajuan Kota Tual dalam penataan kawasan permukiman.
Menurutnya, jika kawasan kumuh berhasil ditata dengan baik, maka wajah Kota Tual akan berubah secara signifikan di masa depan.
“Saya sudah menjejakkan kaki di lima benua, tapi Kota Tual ini kecil, bagus, dan indah,” ucapnya.
Ia menambahkan, dengan potensi pariwisata dan perikanan yang dimiliki, Kota Tual diyakini mampu bangkit dan bersaing sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
“Untuk asemua warga Kota Tual, manyala abangku!” pungkas Gubernur Lewerissa penuh semangat.
Editor : Geraldo Leisubun






































































































