LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI membantah tuduhan adanya penggelembungan anggaran (mark up) dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam siarahn persnyaa yang diterima media ini Minggu (21/6/2026) mengatakan, angka sekitar Rp30 miliar yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut merujuk pada nilai bantuan pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap rumah sakit yang mengikuti Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win, bukan khusus untuk layanan HD.
“Setiap RSUD akan mendapatkan dukungan alat kesehatan canggih senilai lebih dari Rp30 miliar melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN). Peralatan tersebut mencakup cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan berbagai alat kesehatan lainnya,” kata Aji dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/6).
Ia menjelaskan RSUD KH Muhammad Thohir Krui memperoleh bantuan sekitar Rp31,7 miliar pada tahun ini untuk pengadaan alat kesehatan canggih tersebut. Dengan demikian, menurut dia, informasi yang beredar di media sosial yang menyebut anggaran itu seluruhnya dialokasikan untuk layanan hemodialisis tidak benar.
Aji mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.
Selain bantuan alat kesehatan berteknologi tinggi, pemerintah juga mengalokasikan bantuan alat kesehatan dasar bagi setiap RSUD dengan nilai berkisar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
Untuk RSUD KH Muhammad Thohir Krui, bantuan alat kesehatan dasar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2025 dan 2026 mencapai sekitar Rp25 miliar.
Bantuan tersebut meliputi tempat tidur pasien, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, ultrasonografi (USG), ventilator untuk pasien dewasa dan anak, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.
Rumah sakit tersebut juga memperoleh bed ICU, instrumen bedah umum, instrumen operasi sesar, mobile X-ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang pelayanan gawat darurat dan ruang operasi.
Dengan demikian, total bantuan alat kesehatan yang diterima RSUD KH Muhammad Thohir Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar.
Kemenkes berharap penguatan fasilitas kesehatan di RSUD KH Muhammad Thohir Krui dapat meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat sehingga kebutuhan layanan medis yang lebih lengkap dapat dipenuhi tanpa harus merujuk pasien ke daerah lain.






































































































