LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima 269 peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 1.499 pelamar.
Program pemagangan tersebut berlangsung selama enam bulan. Para peserta akan ditempatkan di berbagai unit kerja di lingkungan Kemenpar, mulai dari Sekretariat Kementerian, kedeputian hingga Badan Pelaksana Otorita.
Plt Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kemenpar Antonio Wasono Imam Prakoso mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata kepada lulusan perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Antonio saat membuka kegiatan Penerimaan Peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (10/8/2026).
“Selama enam bulan ke depan, peserta akan dibimbing langsung oleh mentor profesional dan mengasah keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata,” kata Antonio dalam keterangan tertulis Kemenpar, Jumat (21/8/2026).
Dia berharap keberagaman latar belakang pendidikan, daerah asal dan perguruan tinggi para peserta dapat menjadi kekuatan untuk saling belajar dan bertukar gagasan.
“Kami berharap keberagaman latar belakang pendidikan, daerah asal, dan perguruan tinggi para peserta dapat menjadi kekuatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan membangun kolaborasi,” ujarnya.
Antonio mengatakan Program Pemagangan Nasional dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.
Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kompetensi, memberikan pengalaman kerja dan memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 7,24 juta penganggur di Indonesia pada Februari 2026. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV, S1, S2 dan S3 mencapai 6,13%.
Menurut Antonio, kondisi tersebut menunjukkan perlunya memperkuat keterhubungan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Lulusan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar untuk masuk ke dunia kerja sehingga penguatan kompetensi praktis dan pengalaman kerja nyata menjadi sangat penting,” katanya.
Selama menjalani pemagangan, para peserta akan mendapatkan uang saku yang setara dengan upah minimum. Mereka juga akan memperoleh sertifikat resmi yang diakui industri.
Antonio meminta peserta memanfaatkan program tersebut untuk membangun portofolio, meningkatkan kemampuan dan memperluas jejaring profesional.
“Ini saatnya Anda membangun langkah strategis, membangun portofolio, memperluas jejaring profesional, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi unggul Indonesia. Together We Can Do It,” tuturnya.
Kehadiran 269 peserta pemagangan juga diharapkan memberikan perspektif, gagasan, kreativitas dan energi baru bagi Kemenpar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia.






































































































