LanggurNews.com | Tual – PLN Unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Langgur 20 MW menggelar tasyakuran sekaligus berbagi santunan kepada anak yatim dan dhuafa.
Kegiatan ini dilakukan setelah pembangkit selesai menjalani pemeliharaan (maintanance) mesin selama 16 hari.
Kegiatan digelar di wilayah operasional PLTMG Langgur, Jumat (21/8/2026).
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk warga kurang mampu dan uang tunai bagi anak yatim piatu.
Manajer Unit PLTMG Langgur 20 MW, Jumawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur setelah proses perbaikan mesin pembangkit selesai.
“Jadi kita hari ini melaksanakan tasyakuran dalam rangka kita kemarin melakukan perbaikan engine (mesin),” kata Jumawan.
Dia menjelaskan proses perbaikan dilakukan dengan membongkar mesin dan mengganti sejumlah komponen yang mengalami kerusakan. Pekerjaan tersebut berlangsung selama kurang lebih 16 hari.
“Alhamdulillah, kemarin pas hari Minggu itu sudah selesai. Dan sudah bisa masuk sistem untuk menerangi Tual dan Langgur,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PLN mengundang masyarakat yang berada di wilayah ring satu pembangkit. Mereka berasal dari Desa Dullah, Ngadi, Labetawi, dan Tamedan.
Jumawan berharap santunan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan warga sekitar.
“Harapan kami mereka juga bisa mendoakan kami dalam kami melakukan pemeliharaan dan operasi PLTMG ini,” katanya.
Jumawan menerangkan mesin pembangkit memiliki jadwal pemeliharaan berdasarkan jumlah jam operasional. Pemeliharaan dilakukan mulai dari skala kecil, sedang hingga besar.
Menurutnya, mesin PLTMG Langgur yang baru diperbaiki masuk jadwal pemeliharaan 30.000 jam. Pemeliharaan tersebut membutuhkan waktu lebih lama karena dilakukan dengan membongkar dan menginspeksi sejumlah bagian mesin.
“Kalau engine itu sama seperti mobil. Hitungannya ada berapa jam, berapa ribu, itu ada pemeliharaannya. Ada pemeliharaan yang kecil, yang sedang, dan besar,” jelasnya.
Saat ditemukan komponen yang tidak normal atau mengalami kerusakan, unit pembangkit terlebih dahulu dihentikan sementara atau shutdown. Setelah itu, tim melakukan pembongkaran dan pemeriksaan untuk mengganti komponen yang rusak.
“Ketika ada yang tidak normal, tidak bagus, unit kita shutdown, kita lakukan pembongkaran dan kita inspeksi. Yang rusak-rusak kita ganti,” ungkap Jumawan.
Setelah proses pemeliharaan rampung, unit PLTMG Langgur 20 MW kembali masuk ke sistem kelistrikan dan membantu memasok listrik untuk wilayah Tual dan Langgur.
Jumawan berharap pembangkit dapat beroperasi normal tanpa gangguan besar hingga jadwal pemeliharaan berikutnya.
“Harapannya enggak ada gangguan. Dari 30 sampai 36 K itu. Nah 36 K itu ketemunya nanti di Juli 2027. Harapannya enggak ada gangguan, nanti kita perbaikan lagi di Juli 2027,” pungkasnya.






































































































