Jakarta, LanggurNews.com | Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah mendorong rumah sakit pemerintah Indonesia agar mampu menembus standar layanan kesehatan kelas dunia.
Komitmen itu disampaikan dalam ajang 3rd RS Kemenkes Awards.
Dalam sambutannya, Budi menyebut transformasi rumah sakit harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas layanan, penguatan pendidikan dan penelitian, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
“Kualitas layanan itu yang menilai seharusnya pasien, bukan kita sendiri. Salah satu ukurannya adalah ketika standar kita sudah diakui dan mulai dipercaya oleh pasien dari luar negeri,” kata Menteri Budi dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (9/2/2026).
Ia menyampaikan, peningkatan mutu layanan rumah sakit mulai terlihat, salah satunya melalui reformasi sistem remunerasi tenaga medis yang lebih adil dan berbasis kinerja. Meski begitu, Menkes mengingatkan agar penilaian kinerja dilakukan secara objektif.
Pada aspek pendidikan, Budi menekankan pentingnya penguatan kompetensi dokter spesialis agar memiliki daya saing dan standar internasional.
Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan peningkatan jumlah riset klinis (clinical trial) hingga 200 persen di lingkungan rumah sakit Kemenkes guna memperkuat inovasi dan kemandirian kesehatan nasional.
Ajang 3rd RS Kemenkes Awards tahun ini memberikan penghargaan dalam 21 kategori kepada rumah sakit dan pimpinan yang dinilai unggul dalam transformasi layanan, mutu pelayanan, kepemimpinan, inovasi, serta pengalaman pasien.
Pada pilar peningkatan kualitas layanan dan inovasi, penghargaan Best Quality Hospital diraih RS Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso. Sementara kategori rumah sakit dengan inovasi terbaik diberikan kepada RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, dan RSUP Fatmawati.
Untuk kategori hospitality terbaik, penghargaan diberikan kepada RS Kanker Dharmais, RSUP Dr. Sitanala, dan RSAB Harapan Kita.
Pada pilar penguatan pendidikan dan penelitian, penghargaan penyelenggara unit riset klinis terbaik diraih RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP dr. M. Djamil, dan RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono.
Adapun Best Teaching Hospital diraih RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
Sementara itu, pada pilar tata kelola, kepemimpinan, dan transformasi menyeluruh, penghargaan Best Transformation Hospital diraih RSUP dr. Kariadi. Penghargaan Best CEO diberikan kepada Eniarti selaku Direktur Utama RSUP dr. Sardjito.
Kategori tingkat maturitas BLU dengan predikat “Luar Biasa” diraih RSUP dr. Sardjito, RSUP dr. Kariadi, dan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.
Melalui penghargaan tersebut, Kementerian Kesehatan berharap rumah sakit pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas layanan, tata kelola, dan inovasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi menuju layanan kesehatan berkelas dunia.
(Kemenkes/LN)






































































































