LanggurNews.com | Tual – Kota Tual dipastikan menjadi entry point atau pintu masuk resmi ajang internasional Sail to Indonesia 2026.
Penyelenggara menilai kesiapan daerah berjuluk Bumi Maren itu sudah sangat baik, mulai dari koordinasi hingga penentuan lokasi labuh kapal peserta.
Diketahui, Sail to Indonesia merupakan yacht rally tahunan terpanjang di dunia yang membawa ratusan pelayar internasional melintasi kepulauan Indonesia selama beberapa bulan.
Para peserta menjelajahi berbagai destinasi wisata bahari unggulan Indonesia, mulai dari Kepulauan Kei, Banda, hingga Labuan Bajo.
Founder International Yacht Rally Organizer, Raymond T. Lesmana, mengatakan penyelenggaraan Sail to Indonesia bukan sekadar parade kapal layar, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah ke panggung internasional.
“Sail to Indonesia bukan sekadar parade kapal layar, tetapi peluang besar untuk mengangkat potensi lokal ke panggung global,” kata Raymond saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (5/7/2026).
Menurut Raymond, Kota Tual telah menunjukkan kesiapan yang sangat baik untuk menjadi titik masuk peserta Sail to Indonesia 2026. Koordinasi antara pemerintah daerah dan penyelenggara internasional dinilai berjalan optimal.
“Itu persiapan Kota Tual sudah bagus. Koordinasinya sudah bagus. Lokasinya nanti titik labuhnya ada di Dullah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan Sail to Indonesia tahun 2026, seluruh peserta akan diterima melalui entry point Kota Tual dengan titik labuh dan pusat kegiatan atau festivitas berada di kawasan Dullah Darat.
“Semua sudah disiapkan oleh Wali Kota dan jajaran Dinas Pariwisata. Kami berhubungan dengan Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tual sebagai PIC. Kami sudah menyampaikan jadwal kegiatan, jumlah peserta, termasuk data kapal, nama peserta, nomor paspor, dan sebagainya,” jelasnya.
Raymond menyebutkan, kapal peserta pertama dijadwalkan tiba di Kota Tual sekitar 11 Juli 2026. Selanjutnya, kedatangan peserta akan berlangsung secara bertahap hingga 24 Juli 2026.
“Yang pertama kapal akan datang sekitar tanggal 11. Kemudian peserta lainnya menyusul pada tanggal 15, 16, dan seterusnya sampai tanggal 24,” katanya.
Untuk sementara, tercatat sebanyak 22 kapal layar dari sekitar delapan hingga sembilan negara akan berpartisipasi dalam Sail to Indonesia 2026 melalui entry point Kota Tual.
Ia menilai seluruh persiapan yang dilakukan Pemerintah Kota Tual sudah berada pada jalur yang tepat. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Kalau dari saya, semuanya saya anggap sudah bagus sekali. Tinggal pelaksanaannya saja,” ujarnya.
Raymond berharap Kota Tual dapat menjadi salah satu entry point favorit bagi komunitas pelayar internasional di masa mendatang sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata layar kelas dunia.
“Harapan saya tetap untuk menjadikan Tual sebagai entry point yang diminati dunia dan Indonesia sebagai destinasi layar internasional,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Sail to Indonesia merupakan reli layar internasional yang setiap tahunnya membawa ratusan wisatawan mancanegara menggunakan kapal layar pribadi untuk menjelajahi berbagai wilayah di Indonesia.
Selain mempromosikan pariwisata bahari, kegiatan ini juga mendorong interaksi budaya dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir di daerah yang disinggahi.
(Redaksi)






































































































