LanggurNews.com | Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap terdapat 346.866 kasus malaria di Indonesia hingga Juli 2026.
Pemerintah terus mempercepat eliminasi malaria demi mewujudkan Indonesia bebas malaria pada 2030.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Karena itu, daerah yang telah mencapai status eliminasi diminta mempertahankan capaian tersebut.
“Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030,” kata Dante pada acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Dante mengatakan pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025-2045. Sejumlah strategi dilakukan, mulai dari program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), pemberian obat massal atau Mass Drug Administration (MDA), Targeted Drug Administration (TDA), hingga pemberian obat pencegahan bagi kelompok berisiko.
Sementara itu, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menyebut sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1% dari target kabupaten/kota 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.
“Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria,” ujar Andi.
Meski capaian eliminasi terus bertambah, pemerintah masih menghadapi tantangan karena kasus malaria masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Dalam puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Kemenkes menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten.
Dua provinsi tersebut yakni Sumatera Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan tujuh kabupaten yang menerima sertifikat yakni Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan.
Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang digelar bersama Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).
Mewakili kepala daerah penerima sertifikat, Bupati Sumba Tengah Paulus Limu menyatakan komitmen untuk mempertahankan status eliminasi malaria.
“Kami menyatakan komitmen dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan mempertahankan eliminasi malaria di kabupaten dan provinsi yang merupakan wilayah kerja kami,” ujar Paulus.
Pemda penerima sertifikat juga berkomitmen memperkuat surveilans, meningkatkan kapasitas layanan diagnosis dan pengobatan, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat dan kemitraan.
Selain itu, pemerintah daerah memastikan ketersediaan tenaga kesehatan terlatih, sarana-prasarana dan anggaran untuk mempertahankan status eliminasi malaria.
Kemenkes juga menggelar berbagai kegiatan dalam rangka Hari Malaria Sedunia 2026, mulai dari temu media, kampanye edukasi melalui media sosial, webinar bersama WHO dan organisasi profesi hingga pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) untuk meningkatkan kemampuan tenaga laboratorium dalam pemeriksaan malaria.
Pemerintah menargetkan daerah yang sudah mencapai eliminasi dapat mempertahankan status tersebut. Sementara daerah yang masih menghadapi penularan malaria didorong mempercepat eliminasi agar target Indonesia Bebas Malaria 2030 dapat tercapai.






































































































