Langgur, LanggurNews.com – Warga Ohoi (Desa) Ad Ngurwul Kecamatan Kei Besar Utara Barat (Kebut), Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kecewa dengan kepemimpinan Pj Kepala Ohoi setempat.
Hal itu disampaikan sejumlah warga ohoi AD Ngurwul kepada wartawan di Langgur, Selasa (31/12/2024).
Kekecewaan tersebut bukan tanpa alasan, karena mereka menduga adanya penyalahgunaan anggaran dana ohoi yang dilakukan oleh Pj Kepala Ohoi berinisial LB.
Tidak tanggung-tanggung, dana ohoi yang diduga disalahgunakan oleh LB itu untuk tahun anggaran 202, 2021 dan 2023.
Salah seorang warga mengatakan, tahun 2020 lalu pihaknya telah melaporkan hal ini kepada Inspektorat Malra.
Pihak Inspektorat pun telah memanggil LB untuk meminta pertanggungjawab lapaoran keuangan desanya.
“Sejak 2020 kami sudah melapor ke Inspektorat, bahkan mereka pernah memanggil Lutfy Balyanan untuk mempertanggungjawabkan laporan keuangannya. Namun, faktanya dia tidak mampu menjelaskan apa pun. Tapi anehnya, dia tetap diberi jabatan,” ungkap warga sambil menunjukan dokumen-dokuken kepada wartawan.
Alhasil, warga menuding Inspektorat Malra tidak serius menangani kasus LB yang sudah lebih dari lima tahun menjabat sebagai Pj Kepala Ohoi.
Diketahui, pada 2023, dana desa dialokasikan untuk pengadaan 12 unit ketinting. Namun dalam perjalanannya, hingga kini hanya 8 unit yang terealisasi.
Empat unit lainnya belum jelas nasibnya hingga akhir tahun 2024.
Warga menilai, kinerja LB selaku Pj Kepala Ohoi tidak bisa lagi untuk dipercaya.
Untuk itu, mereka meminta Pj Bupati Malra Edwin Huwae mencopot (mencabut) SK pengangkatan LB dari jabatan Pj Kepala Ohoi yang telah diembannya selama kurang lebih lima tahun.
Menurut warga, kegagalan LB mempertanggungjawabkan anggaran adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah publik dan tanggung jawab pemerintahan.
“Kami curiga, jangan-jangan dia dijadikan ATM berjalan oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi tugas seorang Pj Ohoi idealnya hanya satu tahun, tapi dia bertahan sampai lima tahun lebih,” kata warga.
Selain itu, warga juga meminta Pj Bupati Huwae untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penunjukan pejabat ohoi, agar kedepannya tidak ada lagi figur yang hanya menjadi beban bagi pembangunan desa.
“Tugas utama seorang Pj Ohoi adalah mempersiapkan kepala Ohoi definitif agar roda pemerintahan desa dapat berjalan secara normal dan berkelanjutan. Namun, yang terjadi di Ohoi AD Ngurwul justru sebaliknya,” tandas warga.
LB diduga memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, bukan untuk mempersiapkan kepemimpinan yang definitif dan transparan.
“Kami akan terus mengawal kasus ini. Jangan ada lagi permainan politik kotor di balik pengelolaan dana desa. Jika pemerintah daerah tidak bertindak tegas, kami akan membawa persoalan ini langsung ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas warga kepada wartawan.






































































































