LanggurNews.com | Tual – Puluhan pelajar SMA dan SMK di Kota Tual mengikuti Workshop Public Speaking yang digelar di Pantai Indah Kiom (PIK), Kamis, sebagai upaya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi generasi muda.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Taman Baca Nuju Evav (TBNE), Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Kei Book Club, serta Taman Baca BTKB.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Moksen Renwarin, mengatakan kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Seorang pemimpin tidak boleh berhenti belajar. Harus mau mendengar, berdiskusi, dan membangun komunikasi dengan siapa saja yang memiliki kompetensi,” katanya saat membuka kegiatan.
Ia juga mengapresiasi berbagai komunitas literasi di Kota Tual yang dinilai konsisten mendorong peningkatan budaya baca hingga mendapat perhatian di tingkat nasional.
Menurut dia, kemampuan berbicara di depan umum perlu diimbangi dengan kebiasaan membaca agar setiap gagasan yang disampaikan memiliki dasar pengetahuan yang kuat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Ketua Kei Book Club, Susana Renel, dalam sesi materi mengajak peserta mengatasi berbagai hambatan mental dalam berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, takut melakukan kesalahan, kurang percaya diri, hingga trauma masa lalu.
Ia menilai seorang pembicara perlu mengalihkan fokus dari rasa takut menjadi tujuan penyampaian pesan, disertai persiapan materi dan pemahaman terhadap karakter audiens.
Sementara itu, Founder Taman Baca BTKB, Ririn Prasetyo, mengatakan kemampuan public speaking menjadi keterampilan penting yang mendukung pengembangan diri, karier, organisasi, maupun kehidupan sosial.
Menurut dia, keterampilan tersebut dapat diasah melalui latihan secara konsisten, termasuk melatih intonasi, gestur tubuh, serta melakukan evaluasi terhadap penampilan melalui rekaman.
Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), Ahmad Renhoran, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di Kota Tual.
“Ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan agar dapat menjadi barometer peningkatan kualitas pendidikan di Kota Tual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas literasi, dan relawan diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang mendorong pelajar mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus meningkatkan minat baca.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung berbicara di depan umum sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif.






































































































