Jakarta, LanggurNews.com | Indonesia dan Afrika Selatan sepakat memperkuat kerja sama di sektor pariwisata.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menpar Widiyanti mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan dari pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral Indonesia–Afrika Selatan yang disepakati pada 2015.
MoU ini menjadi dasar penguatan hubungan pariwisata kedua negara.
“MoU ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, serta penguatan pemahaman antar masyarakat kedua negara,” kata Widiyanti dalam keterangannya.
Sebelum penandatanganan, kedua menteri menggelar pertemuan bilateral guna membahas tindak lanjut kerja sama.
Sejumlah isu yang dibahas antara lain peningkatan arus wisatawan, fasilitasi visa, penguatan konektivitas udara, serta promosi pariwisata bersama.
Dalam MoU tersebut, Indonesia dan Afrika Selatan sepakat meningkatkan kolaborasi di sejumlah bidang strategis, meliputi pengembangan pariwisata berkelanjutan, pengembangan sumber daya manusia, pemasaran dan promosi, investasi pariwisata, penguatan standar keamanan dan layanan, manajemen krisis, hingga riset dan pengembangan pariwisata.
Kedua negara juga menjajaki kerja sama promosi destinasi unggulan dan destinasi tersembunyi (hidden gems), gastronomi, serta fesyen sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya.
Widiyanti menilai kemitraan ini sejalan dengan semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, yang menekankan solidaritas dan kerja sama antarnegara kawasan selatan global.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille menyambut baik penguatan kemitraan tersebut.
Ia menilai hubungan Indonesia dan Afrika Selatan memiliki kedekatan historis yang kuat.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini akan semakin memperdalam hubungan antara kedua negara,” ujar Patricia.
Patricia juga mengungkapkan Afrika Selatan tengah mereformasi sistem visa. Saat ini, warga negara Indonesia dapat mengajukan visa secara daring dengan waktu pemrosesan kurang dari 24 jam.
Ia turut mengundang agen perjalanan dan operator tur Indonesia untuk mengikuti program familiarization trip ke berbagai destinasi di Afrika Selatan.
Selain itu, Afrika Selatan berkomitmen mengembangkan pariwisata halal dan pariwisata berbasis digital. Pemerintah setempat akan bekerja sama dengan Muslim Judicial Council guna memastikan kenyamanan wisatawan Muslim.
Data Kementerian Pariwisata mencatat, sekitar 30 ribu wisatawan Afrika Selatan berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025. Sementara kunjungan wisatawan Indonesia ke Afrika Selatan tercatat sekitar 3 ribu orang.
“Sebagai bagian dari kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kedua negara. Masyarakat Indonesia akan selalu disambut dengan hangat di Afrika Selatan,” kata Patricia.
Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta jajaran pejabat Kementerian Pariwisata.
(Kemenpar/LN)






































































































