LanggurNews.com | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih.
Suahasil dilantik untuk mengisi posisi Menkeu dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029.
Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Pengangkatan Suahasil berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.
Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming turut hadir dan menyaksikan pelantikan dimaksud.
Dikutip dari www.presidenri.go.id, sejumlah pejabat hadir dalam pelantikan tersebut diantaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, para menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Usai dilantik, Suahasil menyampaikan arahan Presiden Prabowo terkait pengelolaan keuangan negara. Salah satu fokusnya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata Suahasil seusai pelantikan.
Suahasil mengatakan APBN harus mampu mendukung program-program prioritas pemerintah. Karena itu, APBN harus dikelola secara sehat sekaligus dapat dipercaya.
“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” ujarnya.
Dia juga memastikan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah 3 persen.
“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegas Suahasil.
Suahasil menambahkan Kementerian Keuangan akan terus menjadikan APBN sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Menurutnya, kredibilitas APBN tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pengelolaan anggaran. Komunikasi publik yang konsisten dan dapat dipercaya juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” katanya.
Suahasil juga menyoroti soal efisiensi anggaran. Dia menegaskan efisiensi tidak identik dengan pemotongan belanja.
Menurutnya, efisiensi berarti memastikan anggaran yang tersedia digunakan untuk menghasilkan output maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Suahasil memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik. Hal itu dilakukan agar pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan berbagai program pemerintah tetap berjalan secara berkesinambungan.






































































































